News Release

Apa itu hepatitis B dan bagaimana komplikasinya?

Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Penyakit ini dapat menimbulkan infeksi yang bersifat akut maupun kronis(1,2). Infeksi akut biasanya berlangsung dalam waktu singkat dan dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi infeksi kronis dapat bertahan selama bertahun-tahun dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius(1,2). 

Virus hepatitis B dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan hati, yang dikenal sebagai fibrosis(3). Fibrosis adalah tahap awal dari kerusakan hati di mana jaringan parut mulai terbentuk. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi sirosis, yaitu tahap lanjut di mana hati mengalami kerusakan yang lebih parah dan fungsi hati menjadi terganggu (Gambar 1)(3).

Gambar 1. Perkembangan dari fibrosis menjadi sirosis(3)

 

Apa saja gejala dan tanda hepatitis B?(2) 

Gambar 2. Gejala Hepatitis B

 

Bagaimana cara diagnosa Hepatitis B? 

Diagnosa Hepatitis B dapat dilakukan dengan penanda serologi atau serological markers dan metode molecular (Tabel 1). Tiga penanda serologis utama yang digunakan untuk menentukan status infeksi HBV adalah antigen permukaan hepatitis B (HBsAg), antibodi terhadap antigen permukaan hepatitis B (anti-HBs), dan antibodi terhadap antigen inti hepatitis B (anti-HBc)(4,5,6). 

Di Indonesia pemeriksaan HBsAg dapat diakses di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Sedangkan pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk hepatitis B, yaitu USG, biopsi hati, AFP, ALT, HBeAg, anti-HBe, dan pemeriksaan laboratorium lain dapat diakses pada fasilitas tingkat sekunder(7).

Tabel 1. Metode diagnosa Hepatitis B

 

Bagaimana respon imun tubuh terhadap infeksi hepatitis B?(3) 

Fase Akut

Respon imun tubuh terhadap infeksi hepatitis B berperan dalam proses diagnosis dan pemulihan dari infeksi tersebut. Ketika tubuh terinfeksi HBV, sistem imun mulai memproduksi antibodi, termasuk IgM anti-HBc, yang muncul pada fase awal infeksi dan menunjukkan adanya respons imun terhadap virus(2). Pada Gambar 3, terlihat gambaran infeksi HBV akut. Selama fase awal infeksi HBV akut, pasien menunjukkan hasil positif untuk HBsAg, IgM anti-HBc, dan HBeAg, serta tingkat DNA HBV yang tinggi. Saat memasuki fase pemulihan, HBsAg menjadi tidak terdeteksi, dan pasien mengalami serokonversi menjadi anti-HBs. Namun, terdapat periode antara 1 hingga 6 bulan di mana baik HBsAg maupun anti-HBs tidak terdeteksi; pada fase ini, diagnosis bergantung pada keberadaan IgM anti-HBc. Selama fase pemulihan, meskipun HBsAg menjadi tidak terdeteksi dan anti-HBs muncul, IgG anti-HBc tetap ada sebagai indikator bahwa tubuh pernah terpapar virus. Dengan demikian, pemeriksaan serologi yang mencakup HBsAg, anti-HBc, dan anti-HBs tidak hanya penting untuk diagnosis, tetapi juga untuk memahami respon imun tubuh terhadap infeksi hepatitis(2).

Gambar 3. Profil serologi pada infeksi HBV akut

Fase Kronik

Pada Gambar 4 ditunjukkan infeksi HBV kronis. Dalam kondisi kronis, HBsAg terdeteksi secara persisten selama lebih dari 6 bulan, disertai dengan positifnya IgG anti-HBc. Pada fase awal infeksi, HBeAg dan tingkat DNA HBV yang tinggi dapat terdeteksi(2). Namun, pada fase-fase berikutnya, terlihat adanya anti-HBe dan variasi dalam tingkat DNA HBV. Ringkasan interpretasi penanda serologi terkait hepatitis B lebih lengkap tersedia di Tabel 22.

Gambar 4. Profil serologi pada infeksi HBV kronik

 

Tabel 2. Interpretasi hasil laboratorium Hepatitis B(8)

 

Bagaimana respons imun tubuh terhadap infeksi hepatitis B?(3)

Ingin mengenal hepatitis lebih lanjut? Klik di sini

Referensi

  1. US Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). Hepatitis B basics. https://www.cdc.gov/hepatitis-b/about/index.html
  2. Jeng, W.-J., Papatheodoridis, G. V., & Lok, A. S. (2023a). Hepatitis B. The Lancet, 401(10381), 1039–1052. https://doi.org/10.1016/s0140-6736(22)01468-4
  3. Ravndal, L., et al. (2023). Algorithms for early detection of silent liver fibrosis in the primary care setting – a scoping review. Expert Review of Gastroenterology & Hepatology, 17(10), 985–997. https://doi.org/10.1080/17474124.2023.2255522
  4. US Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). CDC Recommendation: Screening and Testing for Hepatitis B Virus Infection.https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/ 72/rr/pdfs/rr7201a1-H.pdf
  5. University of Washington. (n.d.). HBV screening, testing, and diagnosis. https://www.hepatitisb.uw.edu/go/screening-diagnosis/diagnosis-hbv/core-concept/all
  6. Song, J. E., & Kim, D. Y. (2016). Diagnosis of hepatitis B. Annals of Translational Medicine, 4(18), 338–338. https://doi.org/10.21037/atm.2016.09.11
  7. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.-c). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Hepatitis Virus. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._53_ttg_Penanggulangan_Hepatitis_Virus_.pdf
  8. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk Teknis Manajemen Program Hepatitis B dan C. https:// cdn.who.int/ media/ docs/ default-source/ searo/ indonesia/ non-who-publications/ 2023-guideline-for-program-management-of-hepatitis-b-and-c.pdf?sfvrsn=f7373309_1&download=true
  9. Bui, H. H., Nguyen, S. T.-B., Phan, S. T., Nguyen, K. M., & Nguyen, C. D. (2023). Evaluating M2BPGi as a marker for liver fibrosis in patients with chronic hepatitis B. Digestive Diseases and Sciences, 68(12), 4407–4417. https://doi.org/10.1007/s10620-023-08143-5
  10. Tangvoraphonkchai, K., Suttichaimongkol, T., Kularbkaew, C., Sangaimwibool, P., & Sukeepaisarnjaroen, W. (2022). Application of MAC-2 binding protein glycosylation isomer as a non-invasive biomarker for probing liver disease. Scientific Reports, 12(1). https://doi.org/10.1038/s41598-022-10744-5
X

You are redirected to a 3rd party website!

Clicking on a social media link implies that you understand you are leaving our site and entering a third-party website. We are not responsible for their content, privacy policies, or terms of use. Please review their terms and privacy policy before proceeding. We do not endorse or control the third-party website and disclaim any liability for damages or consequences.